manjadi seorang yang bermanfaat adalah suatu kebanggaan

Negara indoneia terkenal dengan sebutan negara agraris, yang penuh dengan hasil bumi dan tumbuh-tumbuhan hijau yang subur. Namun, dari banyaknya dilakukan peninjauan dan melakukan pendataan masih banyak masyarakat di negara kita yang masih meminta-minta, tidur di jalanan, mengemis, dll. Hal tersebut menunjukkan bahwa bobroknya sistem kepemimpinan negara kita yang tidak memperhatikan rakyat kita yang kelaparan di luar sana, wahai para tuan pimpinan kita tengoklah kami yang hidup sengsara yang tidak memiliki tempat tinggal, yang hanya mengandalkan emperan toko-toko untuk melakukan istirahat sejenak. Janganlah para tuan pimpinan kita mementingkan diri sendiri dan jabatan semata yang tidak memikirkan rakyat jelata yang hidup bergelantungan di jalan-jalan. Para tuan pimpinan kita hanya bisa berkoar-koar bahwa kita harus memperhatikan rakyat yang tidak mampu, yang hidup bergelantungan, itu tanggung jawab kita. Buktinya???kita tidak butuh janji, kita butuh bukti…hal tersebut adalah aspirasi rakyat kita yang harus di perhatikan.
Beralih pandangan kita jika ditinjau dari ekonomi islam, bahwa ekonomi syariah sangat cocok engan perekonomian yang sedang dialami sekarang, maka timbullah pertanyaan….bagaimana memberantas kemiskinan jika menggunakan sistem ekonomi syariah??? Allah swt sudah mengatur dengan sedemikian rupa yaitu dengan memberi zakat kepada fakir miskin, sebab allah swt telah menjelaskan di dalam kitab yang suci yang berbunyi :
وا قيم الصلاة واتو الزكاة
Bahwa sesunggunya Allah SWT memerintahkan kepada kita semua hai orang yang beriman dirikanlah shalat, dan bayarkanlah zakat. Zakat disini dapat digaris bawahi bahwa wajib bagi orang yang beriman untuk membayarkan zakat yang sudah mampu, atau hartanya sudah mencpai senisab. Maka wajib menzakatkan hartanya sebesar 2,5% dari harta yang dimilikinya, dan berhak menyalurkan zakatnya kepada yang berhak menerimanya. Adapun yang berhak menerimanya terdapat 9 asnaf atau sembilan golongan, yaitu: Fakir, Miskin, Ibnu Sabil, Fisabilillah, Muallaf, Hamba Sahaya, Amil Zakat, dan Gharim.
Dan banyak sekali dalil-dalil dari Al-quran dan Ss-sunnah yang menjelaskan tentang keutamaan zakat, infaq dan sedekah. Sebagaimana firman Allah swt dalam kitab yang mulia yang berbunyi : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, men -dirikan solat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada keraguan terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al Baqarah : 277 ). Kemudian dijelaskan lagi di dalam surat at-taubah yang berbunyi: Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At Taubah : 103).
Kemudian nabi muhammad pun menjelaskan wajibnya menunaikan zakat, sebagaimana telah dijelaskan begitu panjang di dalam al-quran kemudian rasulullah menjabarkan kembali lebih terperinci agar dapat dipahami bagi umat islam, hadits ini merupakan interaksi nabi muhammas saw dengan orang arab badui dan hadits ini shahih, yang berbunyi : Dari Abu Hurairah r.a bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi s.a.w seraya berkata, Wahai Rasulullah! beritahu aku suatu amalan, bila aku mengerjakannya, aku masuk syurga?, Beliau bersabda : Beribadahlah kepada Allah dan jangan berbuat syirik kepadaNya, dirikan solat, tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadhan, ia berkata, Aku tidak akan menambah amalan selain di atas, tatkala orang itu berlalu keluar, Nabi s.a.w bersabda : Siapa yang ingin melihat seorang lelaki dari penghuni syurga maka lihatlah orang ini.(muttafaq alaihi)
Hal seperti inilah islam mengatur dengan sedemikian rupa agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi dan dapat juga meningkatkan produktifitas maupun konsumsi yang tidak terhambat. Inilah suatu solusi yang yang pada umumnya di negara kita untuk mengurangi kemiskinan dengan metode mengeluarkan zakat dan disalurkan kepada yang berhak.
Dengan maraknya sistem ekonomi syariah yang sekarang sudah pada bermunculan di negara indnesia, bahkan negara di eropa pun sudah mulai menggunakan sistem syariah ini, seperti banyaknya bermunculan islamic bank di negara eropa.
Dapat kita sumsikan bahwa sistem ekonomi syariah dapat diterima dan masuk akal, semakin banyaknya orang yang membayar zakat maka semakin perekonomian indonesia semakin baik sebagaimana contoh tingkat produksi meningkat karena semakin banyak konsumen dan tingkat jual beli menigkat, sehingga rakyat indonesia selalu giat untuk mencari nafkah guna untuk memenuhi kebutuhannya. Allah SWT berfirman didalam kitab yang suci yang berbunyi:
فإذا قضية الصلواة فإنتشروفى الأرض
Yang artinya apabila kamu telah menunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi untuk mencari rezeki yang halal dan lagi baik.
Jadi disimpulkan bahwa sistem ekonomi syariah ini sangat banyak digunakan, sehingga dinegara eropa pun sebahagian sudah menggunakan sistem ekonomi syariah, sebagaimana telah saya lansir di atas banyaknya islamic bank bermunculan di negara eropa seperti inggris dan negara lainnya.
Saya berpendapat apabila zakat telah disalurkan berarti kita sudah menyelamatkan saudara muslimin kita yang sedang kesusahan. Dengan artian apabila kita membayarkan zakat 2,5% dari harta tersebut, maka kita akan mendapatkan dua keuntungan. Yang pertama yaitu mendapatkan ganjaran pahala yang amat luar biasa dari Allh SWT. Yang kedua yaitu bagi yang berzakat dapat menigkatkan produksi dari usahanya karena semakin banyak tingkat konsumsi dan menigkatnya daya jual beli, sebab tidak akan ada lagi kesenjangan ekonomi dan dapat menigkatkan taraf hidup rakyat.
Begitu banyaknya dalil-dalil yang menjelaskan tentang zakat, tetapi dalil yang satu ini dapat memotivasi kita agar senantiasa untuk berinfaq, shadaqah, zakat, dll yang berbunyi: Rasulullah saw. bersabda, Ada tiga hal yang aku bersumpah, maka hafalkanlah:
1. Tidak akan berkurang harta karena bersedekah
2. tidak ada seorang hamba pun yang dizalimi kemudian ia bersabar, pasti Allah akan menambahkan kemuliaan
3. tidak ada seorang hamba pun yang membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah akan bukakan baginya pintu kefakiran. (At-Tirmidzi)
Akhir kata marilah kita memohon semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang mudah menunaikan zakat dengan ikhlas kerana mengharapkan keredhaan-Nya, dimana segala amal kita diberi ganjaran yang berlipat kali ganda. Amin ya rabbal’alamin……Insya Allah…

ft size-medium wp-image-96″ />

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: