manjadi seorang yang bermanfaat adalah suatu kebanggaan

PUISI BUAT TUAN DEWAN

Tuan-tuan Anggota Dewan yang TAK LAGI budiman…

….mestinya hari –hari begini, kita bercerita tentang KEMATIAN…:agar Tuan-tuan tak berketerusan BERKUBANG DALAM KEKELIRUAN…

…mestinya saat-saat begini, kita berkisah tentang HARI PEMBALASAN…:agar Tuan-tuan tak berkecanduan BERJAMAAH DALAM PENCURIAN lalu TERBAHAK BERKUBANG DALAM MEMEWAHAN…

Tapi….,bagaimana cerita HARI KEMUDIAN itu akan Tuan dengarkan,

kalau kepingan hati Tuan sudah membusuk dalam KARATAN..?

Bagaimana AYAT-AYAT suci kan menggetarkan hati Tuan,

kalau segumpal qalbu itu Tuan gayutkan pada ranting-ranting KEBEBALAN….?

Sekali..dua kali Tuan tergelincir….

Bolehlah… ; itu mungkin KEKHILAFAN…

tapi kalau Tuan tersungkur dan terjerembab pada LUBANG YANG SAMA tak bosan-bosan berketerusan….

Aah Tuan…itu sama saja Tuan lebih bodoh daripada HEWAN….

Bukankah duluu..

SEDIKIT SAJA TERLANJUR SALAH….Tuan seharian bisa JADI TAK ENAK MAKAN..?

tapi kenapa setelah Tuan menjadi Anggota Dewan..dan setelah  KEKUASAAN DALAM GENGGAMAN Tuan….tujuh lapis DOSA dan KEMUNAFIKAN membalut tubuh Tuan…Tuan masih sanggup melempar sekulum SENYUM CENGENGESAN….?.

Apakah karena Tuan tahu bahwa PANGGUNG HUKUM di negeri ini hanyalah sebuah PENTAS BANYOLAN..?

Betapa dulu..Tuan sepertinya sebagai insan yang SUNGGUH BERIMAN……

tapi pada akhirnya..KEKUASAAN jualah yang menyeret Tuan dalam arus deras….hingga Tuan terhanyut dalam pemakluman, bahwa KEKUASAAN itu adalah KESEMPATAN….Kesempatan untuk BERMEWAH-MEWAHAN DENGAN BERIBU ALASAN yang sungguh di telinga rakyat mengiris seperti SEMBILU KEKURANGAJARAN…

Dan Tuan pun sepertinya telah menuliskan di halaman pertama Agenda Harian;

….Bahwa KEKUASAAN ;adalah saatnya melabrak pematang antara HALAL dan HARAM…

….Bahwa KEKUASAAN ;adalah saatnya MEMPERKAYA DIRI sampai TUJUH KETURUNAN..

…Bahwa KEKUASAAN ;adalah saatnya kita manusia bisa bertingkah makin MENYERUPAI HEWAN…

Aah..Tuan..sampai kapan semboyan begini akan Tuan agung-agungkan….?

Kalau boleh saya usul….

Rajin-rajinlah Tuan melirik ke KUBURAN….(..bukan untuk keSyirik-an)

Tapi, agar Tuan sadar dan bergidik….lalu bertanya dalam tangisan….”kemana sesungguhnya UJUNG dari KEHIDUPAN…..??

Sudahlah Tuan…

Hentikanlah meniru segala perilaku HEWAN…

KEKUASAAN itu AMANAH, Tuan, bukan KESEMPATAN UNTUK BERMEWAH_MEWAHAN..!

dan..

pertanggungjawabannya pada TUHAN…..bukan pada HEWAN….!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: