manjadi seorang yang bermanfaat adalah suatu kebanggaan

know ourself

sebenarnya hal ini banyak di anggap spele atau di anggap remeh oleh kebanyakan orang-orang,padahal hal tersebut sangat penting untuk di ketahui bagi umat muslim,sebagai dasarnya ialah:Bila kita membicarakan “ILMU MENGENAL DIRI” tentu ramai dari kita yang di sayangkan bahawa yang akan di bicarakan ialah Diri yang nampak yaitu jasad kasar kita ini atau yang di kenali dengan panggilan Badan, tapi sebenarnya tidak.  Diri yang di maksudkan itu ialah Diri Sebenar Diri, yang duduknya di dalam Jasad atau badan kasar kita ini. Untuk itu kita haruslah memahami yang mana jasmani dan yang mana rohani, yang mana jiwa dan yang mana raga dan yang selalu jadi sebutan orang yaitu yang mana zahir dan yang mana batin. Kita harus nya faham perbedaan dua kata kata ini, sebelum kita melafazkannya.

Jasmani tentunya berbeda dari Rohani, Jiwa berbeda dari Raga dan pastinya zahir berbeza dari batin, tapi mengapa ada dua perkataan tersebut yang sentiasa menjadi sebutan kita? Kita semua tahu dan selalu menyebut kalimah ini, tapi tahukah kita perbedaan antara keduanya??Kebanyakan dari kita berangapan bahawa jasad kasar kita ini atau tubuh kita ini lah di panggil “Diri” dan dapat hidup sendiri, tetapi sebenarnya Jasad atau tubuh kasar kita ini yang kita jaga dan yang sering perindahkan ini,  sebenarnya ialah benda mati, yang tidak dapat berbuat apa apa jika tidak ada “penghidupnya” yang duduk didalam jasad itu sendiri. Penghidup ini lah yang dipanggil Diri Sebenar Diri. Diri yang berdiri dengan sendiri dan yang ujud apabila Roh memasuki Jasad , oleh itu kita memahami bahawa Diri sebenarnya itu wujud sesudah Roh berada di dalam Jasad.

BARANG SIAPA YANG KENAL DENGAN DIRINYA MAKA KENAL LAH IA AKAN TUHANNYA

Bagaimana kah cara untuk mengenalnya?Ini lah Diri Diri sebenar Diri yang duduk nya dalam jasad itu,  dimana tugas nya menghidupkan  jasad, dengan cara mengalirkan pancaran cahaya kehidupan di dalam jasad, dan kalau ingin mengenalnya  dengan arti kata sebenar-benar kenal tentulah kita perlu melahirkan Diri itu.yang harus di kenal dengan rasa dan perasaan, dan dengan geraknya yang tersendiri.

maka terhubunglah hubungan kita dengan allah yaitu hablu minallah.

perlu kita bahas sedikit kedudukan diri seorang di hadapan allah dan kedudukan manusia di mata manusia:

1.kedudukan manusia di hadapan allah:sesuai dengan hakikat pensiptaan bahwa manusia di ciptakan di muka bumi ini untuk menyembah kepada allah,apabila pandangan sesama manusia atau ukhuwah sesama manusia baik,maka di hadapan allah umat tersebut sama pula.begitu pula sebaliknya,dan begitu pula sejauh mana kita mendekatkan diri kepada allah yang sesuai dengan pendalaman ilmu kita yaitu dienul islam…

2.kedudukan manusia di mata manusia:kita menegtahui bahwa manusia adalah makhluk sosial,manusia tidak bisa hidup sendirian,manusia selalu berhubungan berkomunikasi dengan masyarakat,dengan kemuliaan akhlaknya yang akan di hilai di sisi manusia,sehingga manusia akan di haragai dan di butuhkan di sisi manusia dengan kemuliaan yang dimilikinyayaitu hablu minannas…

oleh karen itu hal-hal ini harus di perhatikan di dalam pengenalan diri yang banyak tertera banyak di dalam al-quran as sunnah

1.apa hakikat penciptaan jin dan manusia???(ad-dzariat:56)

2.apa saja kewajiban manusia kepada penciptanya???

3.apakah manusia bisa hidup sendiri???

4.apa kewajiban manusia kepada penciptanya???

mudah-mudahan bermanfaat bagi kita untuk menjadi bahan renungan bagi kita semua…amiiinnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: